ketawamalu

ketawamalu

Lagi-lagi krismon melanda bangsa ini. Kali ini kena imbas dari Negeri Paman Sam. Maklum Negara yang katanya “super power” tersebut merupakan negara yang pada saat ini mampu menguasai sebagian besar dari negara-negara yang ada didunia. Layaknya wadah kecil dalam wadah yang lebih besar, Indonesia berada dalam wadah ekonomi Amerika yang jauh lebih besar. Apalagi bangsa kita termasuk salah satu “Anjing” dari Amerika, kalau tuannya susah ya.. kita ikut susah, kalau tuannya lagi senang, belum tentu kita ikut senang.

kok bisa ya? Indonesia yang kaya dengan SDM dan SDA bisa dijadikan peliharaan Amerika. Mungkin pemimpin-pemimpin kita tidak mau tahu kepentingan rakyat dan tidak dapat berfikir jauh kedepan, yang penting kantongnya dapat dipenuhi dengan fee/sogokan dari pihak asing sehingga rela memberikan Sumber Daya Alam kita dikelola dengan mereka dan hasilnya sebagian besar masuk ke kantong mereka.

 

Marilah kita lihat contoh sederhana bagaimana emas kita dikeruk oleh Amerika di Timika Irian Jaya, dengan sangat bodohnya bangsa ini dapat dikibuli dengan kontrak biji besi, padahal yang diambil adalah emas. Para pekerja tambang disana celana jeansnya kalau pulang dan direndam diair, bisa kita temukan emas. Pasir sampah olahanpun kalau dibawa pulang kerumah kemudian didulang dalam kamar masih mengandung emas. Bayangkan berapa banyak emas kita yang telah diambil mereka. Sementara ketika kita dilanda kemiskinan, mereka seperti super hero memberikan bantuan kepada kita berupa pinjaman, lho kok begitu ya? logikanya uang kita diambil kemudian ketika kita butuh, uang tersebut dipinjamkan kepada kita sendiri, betapa bodohnya bangsa ini. Padahal kita juga punya orang-orang cerdas yang dapat mengelola hal tersebut, tidak perlu bergantung kepada pihak asing. Namun terkadang orang-orang pintar di bangsa ini jarang digunakan, yang banyak adalah para penjilat yang sok tahu, sementara lagi-lagi orang-orang pintar kita lebih tenar dan digunakan oleh negara lain.

Ya, sering terjadi pasir kita diexport dengan list kandungan yang terdapat didalamnya. misalnya terdiri dari Biji Besi, …., …., …., dll. Yang perlu dicurigai adalah kandungan dll (dan lain-lain) yang tidak disebutkan.. disitulah terdapat emas.. atau kandungan yang sangat bernilai namun tidak disebutkan secara jalas dalam list pasir yang diexpor. Nanti di negara mereka barulah mereka mengolah dll tersebut.. kok bisa ya?? Lagi-lagi ketidakpedulian pemerintah, mungkin gara-gara telah dapat uang suap ya?!

Saya cuman bisa katakan yang lalu jangan berlanjut terus-menerus harus dihentikan secepat mungkin dan sekarang marilah kita ubah cara-cara seperti itu, marilah kita berfikir jauh kedepan dengan mengharamkan pihak asing mengexpoitasi sumber daya alam kita. Dengar-dengar di Kendari ditemukan tambang emas yang sangat berpotensi, begitu juga dengan daerah-daerah lain yang mempunyai potensi tambang atau sumber daya alam yang lain. Mudah-mudahan pemerintah dapat belajar dari pengalaman yang lalu dan mementingkan kepentingan rakyat. Tidak usah menggunakan pihak asing untuk mengelolanya, kita mempunyai banyak sumber daya manusia yang pintar-pintar, tinggal dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Ini hanyalah uneg-uneg anak bangsa yang prihatin atas kondisi bangsa ini, mungkin sebuah pemikiran yang subjektif dan naif, namun daripada hanya disimpan dikepala dan jadi obrolan CCA (cerita campur attu) ya.. mending di pulbish di dunia maya.. ya kan!!!