Waktu ayah masih sekolah di SD, ada budaya di kelas jika ingin memulai pelajaran maka murid bersama-sama melantunkan Surah-surah pendek Al Qur’an, begitu pula jika selesai belajar. Berikut terjemahan salah satu surah pendek yang sering dibaca pada saat ayah masih SD yaitu surah Al ‘Ashr.
Demi Masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan saling menasehati untuk mentaati kebenaran
dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran
waktu dan sabar, dua kata yang sangat berkaitan. waktu atau masa merupakan hal yang tidak bisa dicuekin di alam materi ini. Ya.. dunia ini merupakan alam materi kalau kita melirik pada defenisi bebas materi yaitu sesuatu yang menempati ruang dan waktu. Kita sering sekali mengalami kekecewaan karena perilaku kita di masa lampau, sehingga terkadang kita tenggelam di dalamnya dan membayangkan hal-hal yang seharusnya kita lakukan. Bahkan dalam tingkat extrem, kita sangat mengharapkan adanya time machine atau mesin waktu yang dapat membawa kita ke masa silam. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak dapat terjadi. Itu hanya hayalan belaka yang akan menghabiskan waktu kita. Berlarut-larut dalam hal tersebut tak dapat memecahkan masalah.
Apa yang harus kita lakukan? tentu saja menjadikannya sebagai pelajaran sehingga kita tidak lagi mengulangi hal tersebut dan apabila terjadi sesuatu pada masa sekarang atau yang akan datang, maka kita telah mempunyai literatur pengalaman yang akan kita gunakan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. seperti kata pepatah pengalaman adalah guru yang terbaik.
Apakah hanya itu? ya.. Tuhan memberikan pengalaman tersebut dan tidak hanya berhenti disitu, karena masa lampau tetap berkaitan dengan masa sekarang dan yang akan datang. kejadian masa lampau kemungkinan besar masih berefek pada saat ini sehingga yang kita butuhkan adalah sabar. kata satu ini sangat mudah disebutkan namun penuh tantangan dalam mengaplikasikannya. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang melakukan hal yang buruk karena tidak mampu bersabar, bahkan menjadi penghuni Rumah Sakit Jiwa gara-gara tingkat stress yang begitu tinggi karena masa lampau dan tidak dapat bersabar. Sabar bukan berarti tidak melakukan sesuatu, tapi menerima apa yang telah terjadi dan berusaha semaksimal mungkin membenahi apa yang akan terjadi kedepan.
Marilah kita mengembalikan hal ini kepada yang Maha Kuasa dan Mohon PentunjukNya dan berserah diri kepadaNya. Dialah yang telah mendidik kita untuk menjalani semua ini sehingga pada suatu ketika kita dapat memperoleh hasilnya apabila kita dapat melewati dan memecahkan cobaan-cobaan yang telah Ia berikan. Sederhana aja kok, kalau kita sekolah, ujian/test merupakan hal yang lumrah apabila kita ingin lulus ke tahap berikutnya, semakin tinggi tingkatan yang akan kita lewati, maka semakin menantang ujian yang kita dapatkan. masak mau lulus SMA, soal Anak SD yang diberikan?? makanya, berat ringannya ujian yang kita dapatkan sesuai dengan tingkatan kualitas kita.
Begitulah pendidikan dalam kehidupan. Mudah-mudahan kita dapat lulus dalam ujian tersebut dan tetap melangkah ke tingkat selanjutnya sehingga kita dapat menjadi manusia yang tercerahkan. Saling mengingatkan untuk meniti jalan kebenaran dan saling mengingatkan untuk bersabar apabila ditimpa musibah.
Wassalam

November 21, 2008 at 8:31 pm
ba…ba… betul itu bro.. yang jelas apapun yang didapatkan hari ini adalah akibat dari perbuatan kita di masa lampau dan apapun yang kita kerjakan hari ini akan menentukan nasib kita di masa yang akan datang atau di kehidupan mendatang (baca : akhirat/reinkarnasi)